Kami pernah kecil di halaman yang asrama yang sama,
berlari di antara adzan dan lantunan ayat suci al-Qur'an
Di ruang-ruang sederhana itu,
kami belajar tentang ilmu, sabar, dan arti persaudaraan.
Dinding pondok menjadi saksi,
bagaimana mimpi-mimpi kami tumbuh perlahan.
Dari kitab yang dibaca dengan penuh harap,
hingga doa-doa yang terbang di sepertiga malam.
Kini langkah kami berpencar ke berbagai arah,
menyusuri jalan kehidupan yang berbeda-beda.
Namun hati kami tetap pulang
ke tempat yang pernah menumbuhkan kami bersama.
Karena pondok bukan sekadar tempat belajar,
ia adalah rumah yang menanamkan cahaya.
Dan kami, para alumninya,
adalah obor-obor kecil yang membawa terang
ke mana pun kaki melangkah.
Jika waktu mempertemukan kembali,
kita akan saling tersenyum dan berkata:
“Di sinilah dulu kita tumbuh,
menjadi saudara, selamanya.”

0 comments:
Post a Comment